Minggu, 20 Desember 2015
Cara Berpakaian Jokowi Diejek NDESO!!
Jas Presiden Joko Widodo saat melawat ke Brunei Darussalam menjadi sorotan di bulan Januari 2015.
Gaya berpakaian Jokowi dinilai tak mengerti etika berpakaian resmi, bahkan cenderung "ndeso".
Ketika itu, Jokowi tengah mengunjungi Sultan Brunei Darussalam, Hasanal Bolkiyah, Februari silam.
Saat bertemu Sultan Brunei, satu kancing dalam jas yang dikenakan Jokowi dinilai netizen tak terpasang secara benar.
Hal itu membuat dasi yang terselip dengan cukup panjang di dalamnya tampak "menyembul".
Namun, kritikan tersebut menjadi senjata makan tuan bagi netizen yang mengejek Jokowi.
Ternyata Jokowi sudah memenuhi persyaratan "kardinal" jas, atau kriteria etis memakai jas dalam acara resmi internasional.
Selain itu, pada Februari 2015, disoroti pula calon Kapolri Komjen Budi Gunawan (BG).
Kuasa Budi Gunawan, Fredrich Yunadi mengatakan hampir seluruhnya kekayaan Komjen Budi Gunawan merupakan aset usaha.
Selain itu 5 aset usaha yang juga memberikan laba usaha yang terus meningkat dari tahun ke tahun yakni Hotel Bella Campa di Bogor, Jawa Barat atau usaha kos-kosan di bilangan Pancoran dan Cilandak, Jakarta Selatan.
RASIS!! Trump Ingin Sejumlah Masjid di AS Ditutup
Donald Trump merupakan salah satu dari beberapa orang paling kaya di Dunia yang menjadi Bakal calon presiden dari Partai Republik di Amerika Serikat. Dalam pernyataannya Donald Trump, mengatakan, AS harus benar-benar melakukan pertimbangan untuk menutup sejumlah masjid sebagai bagian dari upaya mencegah serangan garis keras di negara itu. "Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid itu, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu," kata Trump kepada stasiun televisi MSNBC, Senin (16/11/2015), merespon serangan maut pada Jumat di Paris menewaskan 129 orang.
MSNBC melemparkan pertanyaan kepada Trump, apakah ia akan melakukan hal yang sama di Amerika Serikat jika dirinya terpilih sebagai presiden. "Saya tidak akan suka melakukannya, tapi ini sesuatu yang perlu benar-benar kita pertimbangkan," tambahnya. "Karena beberapa ide dan kebencian datang dari tempat-tempat ini,” ujar Trump, yang memimpin persaingan dalam pencalonan presiden 2016 dari Partai Republik.
Dia juga merujuk pada pengawasan sangat baik yang dilakukan pemerintahan Negara Bagian New York sebelumnya terhadap tempat-tempat ibadah kaum Muslim, terutama setelah terjadinya serangan 11 September 2001. Dia menganggap pengawasan seperti itu harus dilanjutkan.
Sebagian besar pesaing Trump di Partai Republik belum mengusulkan agar masjid-masjid ditutup. Namun pasca serangan Paris, banyak di antara mereka, dengan alasan keamanan, menentang Amerika Serikat untuk mengizinkan para pengungsi Suriah masuk ke AS. (AFP/Antara)
Sumber: antaranews.com
Donald Trump Ingin Sejumlah Masjid di AS Ditutup
MSNBC melemparkan pertanyaan kepada Trump, apakah ia akan melakukan hal yang sama di Amerika Serikat jika dirinya terpilih sebagai presiden. "Saya tidak akan suka melakukannya, tapi ini sesuatu yang perlu benar-benar kita pertimbangkan," tambahnya. "Karena beberapa ide dan kebencian datang dari tempat-tempat ini,” ujar Trump, yang memimpin persaingan dalam pencalonan presiden 2016 dari Partai Republik.
Dia juga merujuk pada pengawasan sangat baik yang dilakukan pemerintahan Negara Bagian New York sebelumnya terhadap tempat-tempat ibadah kaum Muslim, terutama setelah terjadinya serangan 11 September 2001. Dia menganggap pengawasan seperti itu harus dilanjutkan.
Sebagian besar pesaing Trump di Partai Republik belum mengusulkan agar masjid-masjid ditutup. Namun pasca serangan Paris, banyak di antara mereka, dengan alasan keamanan, menentang Amerika Serikat untuk mengizinkan para pengungsi Suriah masuk ke AS. (AFP/Antara)
Sumber: antaranews.com
Sabtu, 19 Desember 2015
Obama Cabut Larangan Ekspor Minyak Mentah
Perang minyak antara Amerika Serikat dan blok Arab bakal kian sengit. Presiden Obama Jumat (18/12/2015) malam, menandatangani anggaran belanja yang di dalamnya termasuk mencabut larangan ekspor minyak mentah. Kebijakan tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir.
Beleid yang lolos di kongres itu memayungi anggaran belanja pemerintah AS senilai 1,15 triliun dollar AS sampai September 2016. Dana ini juga akan digunakan untuk membiayai utang AS yang jatuh tempo pekan depan.
Salah satu poin terpenting dari beleid itu adalah kini AS bisa menjual hasil minyak ke luar negeri, meski pasar global jenuh akan pasokan.
Larangan ekspor ini dibuat tahun 1970-an di tengah krisis pasokan minyak di AS. Namun kini di tengah berlimpahnya pasokan, produsen minyak seperti ConocoPhillips dan Continental Resources Inc berpendapat aturan tersebut sudah usang.
"Saya bukan menyukai hal ini. Saya rasa ini yang benar bagi kita semua," kata Obama, dikutip Bloomberg.
Dia mengatakan, bujet besar tersebut juga sebagai investasi di keamanan dan kelas menengah.
Pasokan berlimpah di pasar global mungkin akan menahan banjirnya minyak ekspor AS. Tetapi, hal ini bisa memberikan kelonggaran bagi produsen minyak.
"Sekarang kita bisa mengimbangi pasar. AS akhirnya berkesempatan untuk bersaing dan merealisasikan potensi penuh kita di bidang energi," kata George Baker, pimpinan dari Producers for American Crude Oil Exports.
ConocoPhillips juga sepakat ini adalah momen bersejarah dalam kebangkitan energi AS.
"Kami sangat bersemangat, tapi perlu juga untuk membenahi infrastruktur untuk ekspor. Saya percaya kita akan melihat ekspor minyak mulai tahun depan," kata Ryan Lance, CEO ConocoPhillips.
Tak semua pihak senang dengan keputusan Obama. Pihak yang menentang beralasan, ekspor minyak akan menekan industri penyulingan dan buruk untuk lingkungan.
Chairman dari pengilangan minyak PBF Energy Tom O'Malley mengatakan, pencabutan aturan ini setidaknya akan mematikan satu pengilangan minyak di bagian timur laut AS.
"Ini hal gila, sekali aturan ini diangkat, akan sulit sekali untuk dikembalikan," katanya. (Sanny Cicilia)
Ajarkan Gambar Kaligrafi, Sekolah ini Ditutup
Sebuah sekolah di Virginia ditutup setelah siswa diberikan pekerjaan rumah untuk membuat kaligrafi. Para orang tua khawatir, jika anak mereka akan diperkenalkan pada islam, dan menuduh sekolah melakukan indoktrinasi.
Menurut pihak sekolah, siswa diminta untuk menyalin pernyataan keimanan Muslim, yang berbunyi: “Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”
Sekolah mengatakan bahwa tidak ada pelajaran yang dirancang untuk mempromosikan sudut pandang agama atau mengubah keyakinan agama setiap siswa.
“Sekolah akan meminta siswa berlatih kaligrafi menggunakan contoh yang berbeda, tetapi murid masih akan belajar tentang agama-agama dunia,” kata juru bicara sekolah Riverheads High di Staunton dikutip dari Metro.
Setelah keberatan orangtua megenai kurikulum tersebut, sekolah mulai menerima banyak panggilan telepon dan surat elektronik lokal dan dari luar daerah. Bukan hanya itu, sekolah juga sempat ditutup dan sekarang polisi telah disiagakan untuk memantau orang-orang.
Aremania Menjadi Korban Bentrokan di Sragen
Suasana duka menyelimuti keluarga besar Arema Cronus jelang laga melawan Surabaya United di babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman, Sabtu (19/12/2015) malam. Ini terjadi lantaran salah seorang suporter Aremania dikabarkan meninggal dunia dalam perjalanan ke Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Berdasarkan informasi dari Wearemania, rombongan aremania berangkat secara bergelombang dari malang menuju Sleman untuk mendukung tim kesayangannya. Sekitar 25.000 pendukung setia akan membirukan kota Sleman, namun dalam perjalanan mereka mendapat hadangan dari salah satu suporter dan bentrok tak terhindarkan.
Akibatnya, salah seorang suporter bernama Eko Prasetiyo dilaporkan meregang nyawa dalam insiden tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima manajemen Arema, kejadian terjadi pada subuh pukul 04.45 di jalan raya Mantingan -Sragen.
Polisi di Polsek Ngrampal Sragen tadi pagi sudah mngamankan sejumlah pelaku dan truk berikut barang bukti batu pentungan kayu besi dll. Selain itu saat ini masih ada 2 korban Aremania dirawat dalam kondisi kritis di RS Sragen. Padahal H-1 sebelum pertandingan berlangsung, kedua pendukung dan TNI selaku penyelenggara sudah melakukan rapat koordinasi di Yogyakarta. Bahkan ada 15 butir kesepakatan yang terjadi dalam pertemuan tersebut.
Berikut hasil rapat koordinasi antara TNI, Aremania, dan pendukung Surabaya United:
1. Sampai saat ini Aremania terkoordinir berangkat sekitar 20-25 ribu orang.
2. Bonek/Suporter Surabaya United terkonfirmasi dari perwakilan bonek yang ikut rapat berangkat 5 ribu orang menggunakan truk bak terbuka.
3. Jalur rawan pertemuan antara Bonek dan Aremania adalah Nganjuk-Ngawi, Solo dan Prambanan hingga Stadion Maguwoharjo.
4. Jalur dari perbatasan Prambanan hingga stadion setiap titik perempatan akan dijaga oleh Polda Yogyakarta dengan status Siaga 1.
5. Untuk aturan rute masuk area stadion, seluruh Aremania baik menggunakan bus dan mobil dan lain-lain menggunakan sistem dropping.
6. Dropping adalah ketika kendaraan sampai di area stadion seluruh Aremania dan juga yang membawa bassdrum, bendera dan lain-lain harus diturunkan semua.
7. Ketika semua sudah diturunkan dan siap, kendaraan Aremania akan diparkirkan di Lapangan Sono di utara Stadion Maguwoharjo.
8. Sedangkan Bonek ketika sampai Yogyakarta akan digiring oleh kepolisian di Prambanan dan dibawa ke markas 403 di Condongcatur.
9. Mulai pukul 17.00-18.00 seluruh Aremania harus masuk stadion dan area parkiran timur Maguwoharjo harus steril dari Aremania.
10. Ketika area luar stadion sudah steril dari Aremania maka rombongan Bonek dari 403 akan digiring ke stadion.
11. Untuk sementara ini Aremania disepakati oleh panpel tadi akan menempati tribun timur dan utara. Sementara Bonek di tribun selatan.
12. TNI meminta tidak ada lagi nyanyian profokativ, banner rasis, flare, botol minuman dilarang masuk.
13. Setelah pertandingan yang akan dikeluarkan terlebih dahulu adalah Bonek, hingga steril dari bonek maka Aremania bisa keluar stadion.
14. Mohon pesan ini bisa diteruskan oleh Aremania yang ada di Malang Raya dan juga Bonek di Surabaya.
15. Kami semua seluruh suporter Yogyakarta memohon kerja samanya semua agar semua kondusif dan aman berjalan lancar, Jogja ojok digae rusuh, Rek.
Kepolisian Jadi Instansi yang Paling Sering Dilaporkan ke LBH
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Alghiffari Aqsa mengatakan, kepolisian yang semestinya melakukan penegakan hukum justru paling sering dilaporkan ke LBH. Banyak masyarakat yang merasa dikriminalisasi oleh aparat kepolisian, baik nasional mau pun di daerah.
"Institusi yang paling banyak terlapor saat ini, pertama, kepolisian," ujar Alghif di kantor LBH Jakarta, Sabtu (19/12/2015).
Alghif mengatakan, bisa dibilang tahun 2015 adalah tahun kriminalisasi. Pasalnya, sebanyak 49 orang, mulai dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, aktivis, hingga Komisioner Komisi Yudisial dipolisikan setelah Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka.
Tak hanya itu, kriminalisasi oleh polisi juga dilaporkan oleh buruh yang menuntut haknya dan para aktivis.
Selama Oktober hingga pertengahan Desember 2015, sebanyak 46 buruh, 3 pengabdi bantuan hukim LBH Jakarta, 13 aktivis Kontras, dan 306 aktivis Papua ditangkap karena menyampaikan pendapatnya di muka umum.
"Melihat fenomena itu, kita dapat melihat bahwa kepolisian telah berubah menjadi instansi yang tidak lagi bisa dikoreksi. Kepolisian menjadi sebuah kekuatan yang superpower dan mengancam supremasi hukum," katanya.
Belum lagi kasus salah tangkap hingga merekayasa kasus dengan menangkap orang-orang yang tidak bersalah. Bahkan dengan cara penyiksaan untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.
Menurut Alghif, tindakan kriminalisasi maupun penyiksaan seringkali menghasilkan rekayasa alat bukti.
"Pengakuan yang diperoleh dari hasil penyiksaan merupakan tindakan merekayasa alat bukti. Tindakan rekayasa lainnya adalah memaksa tersangka untuk membuat pernyataan penolakan untuk didampingi kuasa hukum," ucap dia.
KPK jangan menjadi "Komisi Pelindung Koruptor"
Emerson Yuntho pesimis dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi jilid IV hasil pilihan Komisi III DPR.
Aktivis Indonesia Corruption Watch itu melihat, para pimpinan yang terpilih tidak mempunyai rekam jejak dan komitmen yang baik dalam pemberantasan korupsi.
"Saya khawatir KPK bukan lagi Komisi Pemberantasan Korupsi tapi Komisi Pelindung Koruptor," kata Emerson dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (19/12/2015).
Emerson mencontohkan staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara Saut Situmorang.
Menurut dia, memang sulit melihat rekam jejak dan komitmen Saut dari latar belakang profesinya.
Namun, tidak berpihaknya Saut terhadap komitmen pemberantasan korupsi setidaknya dapat dilihat dari sikapnya yang hendak membuat KPK 80 persen fokus kepada pencegahan.
"Para koruptor kan lebih senang dicegah daripada ditangkap," kata Emerson.
Langganan:
Postingan (Atom)






