Tampilkan postingan dengan label instansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label instansi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Januari 2016
Ahok Teladani Rosulullah, Untuk Cari simpati Umat Muslim Jelang Pilgub DKI
Jelang Pilgub DKI, sejumlah lembaga mulai merilis survei untuk melihat elektabilitas sejumlah nama yang disebut-sebut bakal mencalonkan diri. Sejauh ini, nama-nama yang disurvei masih seputar calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama, Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, dan beberapa nama lainnya.
Rilis teranyar dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dengan metode jawaban spontan (top of mind), nama Ahok, sapaan Basuki unggul 23,5 persen dari sejumlah namanya. Meskipun, dilihat dari sejumlah responden yang disurvei, hasil ini terbilang kecil untuk seorang calon patahana.
Pada salah satu pertanyaan soal pemilih Ahok, dinyatakan mantan bupati Belitung Timur mendapat perolehan suara 19 perse dari pemilih muslim. Sebagai nonmuslim, peroleh itu dinilai lumayan bila dibandingkan calon yang lain.
Ahok semringah melihat hasil surveinya. Dia mengklaim keunggulan itu karena kinerjanya terlihat publik.
"Menurut saya kalau hasil survei bener ya, saya enggak tahu bener apa enggak. Kalau dia enggak bener berarti pikiran saya, teori saya bener. Kenapa teori saya benar karena saya selalu yakin, kalau kamu jadi pejabat kamu jujur, enggak terima suap, kamu adil, enggak berpihak sama siapa pun dan kamu kerja dengan baik," kata Ahok di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Kamis (16/10).
Mantan Bupati Belitung timur ini mencontohkan, sosok ideal seorang pemimpin bisa terlihat dari sifat dimiliki oleh Rasulullah SAW.
"Misalnya Nabi Muhammad lah, kalau kamu sidiq, fathanah, amanah dan tablig pasti masyarakat pilih. Jadi kamu enggak pernah diajari pilih yang seakidah seagama dari nabi. Prinsip dan teori ini berlaku selama kamu jujur, adil, amanah dan fathanah akan dipilih orang. Mungkin ya kalau itu betul. Tapi saya kira ya udah kita kerja aja," tandas Ahok.
Meski kepercayaan yang dianutnya berbeda dengan mayoritas warga DKI, Ahok tak jarang menunjukkan dirinya juga memahami soal ajaran Islam. Bahkan, dia juga membuat kebijakan yang menunjukkan tolerannya pada umat muslim.
Sabtu, 19 Desember 2015
Kepolisian Jadi Instansi yang Paling Sering Dilaporkan ke LBH
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Alghiffari Aqsa mengatakan, kepolisian yang semestinya melakukan penegakan hukum justru paling sering dilaporkan ke LBH. Banyak masyarakat yang merasa dikriminalisasi oleh aparat kepolisian, baik nasional mau pun di daerah.
"Institusi yang paling banyak terlapor saat ini, pertama, kepolisian," ujar Alghif di kantor LBH Jakarta, Sabtu (19/12/2015).
Alghif mengatakan, bisa dibilang tahun 2015 adalah tahun kriminalisasi. Pasalnya, sebanyak 49 orang, mulai dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, aktivis, hingga Komisioner Komisi Yudisial dipolisikan setelah Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka.
Tak hanya itu, kriminalisasi oleh polisi juga dilaporkan oleh buruh yang menuntut haknya dan para aktivis.
Selama Oktober hingga pertengahan Desember 2015, sebanyak 46 buruh, 3 pengabdi bantuan hukim LBH Jakarta, 13 aktivis Kontras, dan 306 aktivis Papua ditangkap karena menyampaikan pendapatnya di muka umum.
"Melihat fenomena itu, kita dapat melihat bahwa kepolisian telah berubah menjadi instansi yang tidak lagi bisa dikoreksi. Kepolisian menjadi sebuah kekuatan yang superpower dan mengancam supremasi hukum," katanya.
Belum lagi kasus salah tangkap hingga merekayasa kasus dengan menangkap orang-orang yang tidak bersalah. Bahkan dengan cara penyiksaan untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.
Menurut Alghif, tindakan kriminalisasi maupun penyiksaan seringkali menghasilkan rekayasa alat bukti.
"Pengakuan yang diperoleh dari hasil penyiksaan merupakan tindakan merekayasa alat bukti. Tindakan rekayasa lainnya adalah memaksa tersangka untuk membuat pernyataan penolakan untuk didampingi kuasa hukum," ucap dia.
Langganan:
Postingan (Atom)

