Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Tak ada Anak yang Bodoh, yang ada Hanya Anak Tidak Belajar dari Guru yang Baik dan Metode yang Benar.”

"Carikan saya anak yang paling bodoh dari Papua, akan saya latih"

Anak kelas 2 SD dari Papua yang sudah tinggal kelas 4 kali, jadi Juara matematika tingkat nasional, dan juara membuat robot!

Prof. Yohanes Surya PhD. yang lahir di Jakarta 6 Nopember 1963 ini, tidak asing lagi bagi telinga kita karena telah melahirkan segudang prestasi ditingkat internasional. Profesor lulusan College of William and Mary, Jurusan Fisika dari USA, dibawah bimbingan beliau, pelajar dari Indonesia telah mmapu berbicara di tingkat dunia. 54 medali emas, 33 medali perak dan 43 medali perunggu telah diraih pelajar indonesia di dalam berbagai lomba olimpiade tingkat internasional. Bahkan pada tahun 2006, Pelajar Indonesia menjadi juara dunia, mengalahkan 86 negara.

Hari ini beliau banyak berbincang dengan anggota PPI Kyoto, di Universitas Kyoto, Jepang. Beliau bercerita rahasia resepnya untuk menjadi seorang pengajar yang luar biasa. Mengapa luar biasa? Tentu saja karena sudah membuat pelajar Indonesia menjadi Juara Dunia di bidang Fisika.

Tetapi yang menarik buat saya adalah, beliau mengatakan bahwa orang Indonesia itu cerdas, jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. Beliau mengatakan, ”tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.” Untuk membuktikan pendapatnya ini, maka beliau pergi ke Papua untuk mencari murid yang paling bodoh, yang paling sering tinggal kelas, yang tidak bisa menjumlahkan, pokoknya yang bodohnya tak ketulunganlah kata orang Jakarta.

Mereka dibawa ke Jakarta, dalam tempo 6 bulan anak anak itu sudah menguasai pelajaran kelas 1 sampai kelas 6 SD. Ada satu orang anak yang sudah 4 tahun tinggal kelas di kelas 2 SD, dilatih kemudian menjadi juara nasional untuk olimpiade matematika, dan juga menjadi juara lomba membuat robot tingkat nasional. Banyak dari antara anak-anak papua yang paling bodoh itu, yang kampungnya paling terpencil, dimana semua orang masih pakai koteka, setelah di latih oleh guru yang baik dan metode yang benar, setelah diberi kesempatan, maka pada tahun 2011, anak-anak itu menjadi juara Olimpiade Sains dan Matematika Asia. Mereka merebut medali emas, perak dan perunggu.

Masih sungguh banyak prestasi yang dicapai Sang Guru ini, yang tak mungkin saya ceritakan dalam tulisan singkat ini. Tetapi cukuplah mewakili bahwa dengan memberi kesempatan bagi anak-anak dari desa terpencil di Indonesia, mereka bisa menjadi Juara Dunia.

Prof. Yohanes Surya PhD, setelah menyelesaikan studinya di USA, beliau sempat kerja di sana dan ditawari berbagai hal menarik supaya tetap di Amerika. Tetapi beliau memilih untuk pulang ke Indonesia untuk berbuat sesuatu untuk negeri-nya. Beliau punya mimpi, 15 tahun ke depan untuk mendidik anak-anak Indonesia yang paling tertinggal di berbagai daerah, sehingga mereka menjadi Doktor (PhD), 30000 doktor, yang disebar di seluruh pelosok negeri. Jika ini terwujud, maka Indonesia akan bisa berbicara di Tingkat Internasional, bahkan kita akan bisa bertanding dengan negara maju seperti Amerika.

Jika anak-anak Papua bisa menjadi juara olimpeade fisika, juara olimpiade matematika, Juara membuat robot, maka semua anak-anak Indonesia yang dianggap paling bodoh sekalipun di seluruh nusantara, jika diberi kesempatan dan dibimbing dengan metode yang benar, maka sangat mungkin menciptakan 30000 doktor yang tersebar diseluruh Indonesia. Dan ketika itu terjadi maka kemajuan negeri kita akan sama dengan Amerika, bahkan seperti pelajar Indonesia yang juara Olipiade Fisika, maka kita bisa jadi juara dunia, semua mungkin jika kita berusaha. Mestakung, kata beliau, semesta akan mendukung jika kita berusaha.

Apa rahasianya menjadi guru yang baik? Guru yang baik adalah guru yang bisa menginspirasi para muridnya, guru yang baik adalah guru yang bisa mengajarkan muridnya dengan mudah, ceria, dan senang. Metode yang diyakininya ini ternyata telah berhasil dengan luar biasa. Selain menjadi Juara Dunia di bidang Fisika dan Matematika, sudah banyak anak didiknya menjadi ilmuwan dan PhD terkemuka di dunia. Satu lagi, kita sudah menjadi lawan yang tangguh di bidang matematika dan fisika. Seumpamanya ini adalah pertandingan sepak bola, maka kita adalah Brazil atau Jerman. Tim yang sudah diakui dan ditakuti lawan sedunia.


Kamis, 31 Desember 2015

BACA BAIK BAIK!! Jika Suami Meminum Air Susu Istrinya, Ini Hukumnya.


Berikut ini merupakan hukum islam tentang meminum air susu istri .. ini dikhususkan hanya bagi yang uda menikah.
Islam selalu menjelaskan secara transparan termasuk dalam soal urusan ranjang. Selama hal yang dijelaskan tidak terkait dengan deskripsi praktiknya, maka boleh untuk dibicarakan.
Satu hal yang mungkin tak akan bisa terhindarkan dalam hubungan suami istri adalah percumbuan sebelum dan ketika melakukan hubungan yang dalam Islam ini sangat suci. Bagaimana jika istri kemudian tengah berada dalam kondisi menyusui?

Minggu, 20 Desember 2015

Pasti kamu senyum-senyum lihat 24 Gambar ini, Kenangan yang Tidak Terganti

Ya, generasi yang lahir antara akhir 1970-an hingga akhir 1980-an mempunyai memori masa kecil yang menggembirakan.

Coba ingat-ingat, kamu pasti pernah punya pengalaman masa kecil yang terangkum dalam gambar-gambar ini. Ya betul, generasi yang lahir antara akhir 1970-an hingga akhir 1980-an memang mempunyai memori masa kecil yang menggembirakan.




Pada saat itu gadget belum menjamah banyak anak seperti sekarang. Permainan dalam bentuk sosialisasi dengan kawan juga lebih banyak dibanding bermain dengan mesin yang mengutamakan invidualisme seperti sekarang. Lihat 24 gambar ini. 

1. Muter ulang lagu kesayangan

2. Buku tulismu yang mana?


3. Dikejar mentog!


4. Tiap minggu pagi liat ini

5. Kelakuan mu dulu

6. kurang kerjaan

7. Alasanmu dulu apa

8. Ngaku pernah tulis apa?

9. Masih pernah makan ini?

10.Hayooo pernah kan?

11. Anak mu berapa sekarang?

12. Ingat kan?

13. Band faforit

14. Pencet-pencet

15. Penelitian mu

16. Masih mau gak?

17. Rupiah masih bearti

18. di kelas cuman berapa orang yang punya

 19. Serutan pencil

20.Jadoel

 21. macam-macam penghapus

 22. N adalah dusta

23. Berapa harganya dulu kalian beli?

24. Temen mu yang pintar pasti kayak gini

Jumat, 18 Desember 2015

Ini Alasan Mahasiswa Susah LULUS!!


Kelulusan adalah suatu hal yang mutlak yang harus dilakoni mahasiswa. Soalnya enggak peduli sepinter apapun kamu pas di bangku kuliah, kalo enggak lulus alias tamat. Kamu sama aja kayak enggak kuliah. Banyak orang beranggapan kalau kuliah itu sudah pasti nanti-nantinya bakal lulus.

Namun, faktanya banyak mahasiswa yang berleha-leha dan bersantai sehingga terpaksa di-DO pihak kampus. Kalau buat gw sih, kuliah enggak papa lama bos. Yang penting lulus. Lagian ngapain cepat-cepat lulus, kan bayar uang pangkalnya mahal.

Setelah melakukan survei yang mendalam, dan melibatkan banyak umat mahasiswa. Berikut 7 alasan kenapa mahasiswa kuliahnya suka lama.

Kuliah karena terpaksa

Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

Salah Jurusan

Kalah dalam persaingan SNMPTN/ SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.

Terlena Kebebasan Jauh dari Orang Tua

Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

Terlalu Sibuk di Organisasi atau Ormas

Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.
Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hob

Menekuni Hobi secara Berlebihan

i kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.

Sudah Bisa Mendapatkan Uang Sendiri

Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus??? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

Tidak Ada Jaminan Kerja Setelah Lulus Kuliah

Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur???? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.
Nah, apapun itu meskipun lu sudah dapet kerja selama kuliah. Selesain kuliah dulu aja. Gw tahu bikin TA itu susah, skripsi bikin pusing, apalagi bimbingan yang super jengkelin. Namun itu semua adalah proses yang akan indah bila waktunya. Keep spirit!